“Ruumm.. turuun! Cepet makan onde!!”
Aku tersentak. Baru sadar kalau hari ini tanggal dua puluh dua. Hari ibu. Juga hari sembahyang onde menurut kalender Cina. Setiap tanggal ini, dirumahku mama selalu membuat onde dari tepung ketan yang direbus dengan air jahe manis.
Biasanya onde punya tiga warna: putih, merah dan hijau. Jumlah onde yang kita makan harus sesuai dengan umur kita saat ini. Jadi hari ini aku akan mengambil dua puluh dua onde. Kalau begitu mamaku harus makan lima puluh lima onde! Untungnya sepuluh tahun bisa diwakilkan dengan satu onde besar. Jadi mama cukup makan lima onde besar dan lima onde kecil.
Konon katanya, sembahyang ini dilakukan untuk menyambut musim dingin di Cina sana. Karena udara saat itu dingin sekali, maka onde dicampur dengan air jahe agar badan menjadi hangat.
Jadi ingat… dulu ketika kecil aku suka sekali membantu mama membuat onde dengan cara menggulung-gulung adonan onde yang berwarna-warni.
Jadi ingat… dulu aku pikir onde itu sama dengan bakso… hanya saja bentuknya kecil dan warna-warni.. aku suka bakso warna warni seperti ini!
Jadi ingat… dulu aku selalu memilih warna merah dan putih untuk ondeku. Karena aku tidak suka warna hijau.
Jadi ingat… sekarang sudah jam 23. 51! Onde harus dimakan sebelum berganti hari!
Aku makan onde dulu yaa..!
Tomang, 22 Desember 2009
23.52
sumber foto 1: http://finnadewi.blogspot.com/2009/06/kalau-kita-jalan-jalan-sering-lihat.html



Leave a comment
Comments feed for this article